Oleh: yogiramadhani | 5 April 2009

Sekilas tentang “Social Networking”

Saat ini sedang marak orang berkata FB, FS, dan sejenisnya. Situs seperti Facebook (FB) termasuk sebagai Social Networking. Konsep baru  dalam bersosial, menggunakan perangkat jaringan (komputer) – dalam hal ini adalah internet… Pada konsep ini, tiap individu saling berkomunikasi bahkan memiliki keterkaitan antara satu dengan lainnya, juga melibatkan emosi dalam interaksinya. Penggunaan konsep social networking seperti pada Facebook juga sudah meluas (dan mungkin akan meluas lagi??), dari sebelumnya hanya berkomunikasi antar teman, saat ini bisa pula digunakan untuk berjualan (tanpa harus membeli/berlangganan alamat internet), menulis blog, bahkan menarik simpati publik. Pak Obama pun menggunakan FB untuk menarik simpati warga AS, dan cukup berhasil.. Saya lihat saat ini (sebentar lagi pemilu), mulai banyak calon legislatif yang membuat situs FB untuk memuluskan jalan menuju gedung dewan…

Apakah Social Networking hanya seperti FB maupun FS? Tidak.. Game Online seperti Travian pun sebenarnya termasuk dalam konsep  Social Networking, karena sudah melibatkan emosi penggunanya..
Misalnya saya sendiri, dalam game Travian saya harus membangun sebuah desa dengan pertahanan yang kuat, tentunya perlu mengeksplorasi “sumber daya alam” yang ada agar bisa membangun… Saya juga bergabung dengan aliansi (ada lho aliansi di Travian), makin banyak lagi  teman yang saya kenal… Ketika suatu saat saya “diserang” dan desa saya hancur – tentu muangkelnya bukan main…

Contoh lain: ada orang yang telah memiliki level tinggi dalam suatu game online – dia lalu menjual akun gamenya pada orang lain –> sudah sampai transaksi –> game online tsb juga termasuk dalam konsep Social networking karena melibatkan lebih dari 1 individu, melibatkan emosi, bahkan sampai melibatkan uang!

Kecenderungan yang ada saat ini (menurut saya), konsep sosial klasik mulai bergeser, mengikuti perkembangan konsep teknologi..
Saya pun sepertinya juga terkena salah satu efek  Social Networking (mungkin seharusnya Social e-Networking karena menggunakan media elektronis)  ini… Salah satunya FB, hampir tiap hari saya nongkrong di depan komputer hanya untuk “berkunjung” ke “rumah” teman.. :Peace:
Juga hampir tiap online saya mampir ke server travian untuk membangun desa, berinteraksi dengan pemain lain…
(jujur saja, dengan tetangga sendiri saja saya malah jarang berkunjung… :D)

Yah inilah konsep sosial dalam konteks  teknologi..

Iklan
Oleh: yogiramadhani | 19 Januari 2009

Syukuran GemasTIK 2008

Lomba GemasTIK 2008 telah usai beberapa waktu lalu, namun masih menyisakan kenangan indah dan pelajaran berharga yang tak terlupakan, dengan hasil akhir Tim DaOrange berhasil menyabet juara 1 di bidang keamanan jaringan.

Tak disangka beberapa waktu lalu saya, bu winda dan pak ari mendapat undangan dari personel tim DaOrange. Waktu itu saya masih heran, ada apakah gerangan karena undangannya pun mendadak (sabtu sore diundang, sabtu malam minggu itu pula acaranya).. Namun saya pun menduga, pasti ada acara makan-makan ^_^ .

Akhirnya jam 7 malam saya berangkat, tak lupa mampir ke tempat p. ari  dan bu winda baru kemudian ke kampus. Ternyata semua personel yang ikut tim GemasTIK, baik dari tim yang lolos final maupun yang belum final pun ikut diundang (walau tidak semuanya bisa hadir..). Setelah dirasa komplet, kami pun berangkat ke tempat tujuan, sebuah resto ayam goreng di daerah dekat unwiku.

Sambil menunggu makanan, kami pun saling berbagi pengalaman, kritik dan saran.. Terus terang saya sangat terharu dengan acara ini, bahkan jika saya tidak bisa menahan, mungkin sudah menangis.. (tapi gengsi dong, nangis di depan mahasiswa). Apresiasi mahasiswa begitu besar… dengan berbagai keterbatasan sarana maupun prasarana yang ada, dari tahapan persiapan – seleksi, hingga sampai pada babak final.

Padahal, jika kembali ke awal, brosur lomba GemasTIK ini hanyalah dianggap sebagai kertas biasa, ditumpuk di tumpukan berkas tanpa ada reaksi.. Namun, semua tentu ada hikmahnya. Kami yang orang-orang baru, apalagi saya yang oleh beberapa orang dianggap tidak bisa apa-apa, mampu mengubah selembar kertas “sampah” menjadi sebuah piagam juara tingkat nasional dari dikti, dan tentunya disertai beberapa lembar kertas uang (hehehe.. yang ini sih hak-nya mahasiswa yang ikut final… kalau saya cukup ayam gorengnya saja hahaha…).

Saya berharap kegiatan ini akan berkesinambungan.  Memang pada awal saya mengonsep keikutsertaan ini tujuannya tidak untuk menang, tapi untuk ikut lomba tahun depan (di surabaya). Yang tidak dipersiapkan untuk menang pun ternyata bisa juara 1, apalagi kalau persiapannya benar2 matang… bisa-bisa kita boyong semua piagamnya.. hehehe… (harapan itu boleh lah setinggi langit… ). Untuk selanjutnya, tentunya persiapan harus terus dilakukan, baik dari segi prasarana maupun sarana, hingga personal tim lomba.

Saya pun berharap besar bagi HMTE (kebetulan sekali salah satu personel tim GemasTIK 08 ada yang menjadi anggota HIMA ataupun BEM) agar lebih pro aktif dalam kegiatan edukatif kompetitif semacam ini. Jangan sampai tertinggal berita. Ke depan, saya harapkan ada semacam klub diskusi ilmiah / klub belajar yang spesifik, baik di bidang programming, robotika, kendali, telekomunikasi, hingga ketenagaan, seperti yang sudah terbentuk : klub diskusi algoritma (apceeu.wordpress.com / apceeu.freeforums.org).  Nantinya, ketika ada even semacam ini, HMTE akan lebih mudah dalam koordinasi personal / pesertanya. HMTE tinggal mengurus administrasi ke jurusan. Ke depannya lagi, jika klub diskusi tersebut sudah mapan, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi sebuah UKM. Kalau saat ini sepertinya jangan dijadikan UKM dulu, bisa-bisa konsentrasi terpecah antara organisasi dan belajar..

Setelah kesuksesan para alumni yang banyak menjadi manajer, kini yang masih duduk di bangku kuliah pun mulai bergeliat, kita tunjukkan bahwa teknik unsoed itu tidak kalah dengan universitas yang lebih senior..

Pada akhirnya, sekali lagi saya sampaikan selamat atas apresiasi mahasiswa yang sangat tinggi, khususnya dalam even GemasTIK 2008. Bagi yang belum berhasil, jangan bersedih, karena ini merupakan batu landasan bagi even-even berikutnya. Tak lupa saya berterima kasih atas undangan makan-makannya (saya dapat 2 porsi lho.. ^_^). Terakhir, sebagai manusia tentu kami tak luput dari kesalahan, kami mohon maaf pada tim peserta atas segala keterbatasan yang terjadi dari persiapan hingga pelaksanaan lomba, semoga ke depan akan menjadi lebih baik.

Oleh: yogiramadhani | 30 Desember 2008

Selamat Tahun Baru 1430H – 2009M

Seiring perjalanan roda waktu yang terus bergulir, sampailah kita di penghujung tahun 1429H / 2008.

Langkah demi langkah berlalu… Jalan panjang terus menanti di depan..

Semoga di waktu mendatang segalanya akan lebih baik.

Selamat tahun baru 1430H dan 2009M..

Oleh: yogiramadhani | 13 Desember 2008

Facebook.. – OLAT users

Baru saja saya terima email dari Marion M. Weber, server translasi OLAT sudah bisa diakses lagi..

Ia juga memberi tahu bahwa baru saja dibuat sebuah grup di facebook : “OLAT user”. Karena saya ingin tahu lebih lanjut tentang OLAT ini (dan tentunya sangat senang bisa berkenalan dengan para pembuat OLAT..), dan juga saya sedang mencari teman ya akhirnya saya buat akun di facebook..

Amazing.. Banyak juga teman2 yang saya temukan di facebook ini..

Kemudian saya mencari grup OLAT users, setelah ketemu lalu join the group. Dan, terkejutlah saya, yang namanya Marion Weber, beberapa kali saya saling berkirim surat dengannya, ternyata adalah seorang perempuan…  Hehehe…

Mungkin kalau saya tidak menerima email itu, saya gak daftar ke facebook… Untunglah…

Oleh: yogiramadhani | 11 Desember 2008

“Hati-hati”

Hati-hati, bisa bermakna nasehat yang baik, bisa pula merupakan ancaman.
Sebagai seorang pendidik (saat ini, tidak tahu besok, bisa jadi sudah bukan seorang pendidik), jika ada siswa yang salah / bertindak kurang tepat (bisa saja membuat saya kecewa), sudah kewajiban saya untuk menegurnya, memberinya nasehat mana yang kurang tepat agar bisa diperbaiki menjadi benar.

Namun jika saya tidak menegurnya, hanya mendiamkannya, kemudian suatu saat saya memberinya “peringatan”: ‘saya kecewa dengan anda, yang hati-hati saja’. Tafsir yang muncul adalah kalimat ini berupa ancaman, tidak dijelaskan kecewa karena apa, tidak pula berusaha memperbaiki.
Apakah layak saya menyandang status sebagai pendidik? Sedangkan saya tidak berusaha mendidik siswa menjadi baik, namun memberinya “ancaman”?

Saya hanya berdoa, jika saya masih menjadi pendidik semoga saya menjadi seorang guru yang selalu membimbing anak didiknya agar selalu ada di jalan yang benar.

Tentunya saya pun harus selalu ber-“hati-hati”, menyiapkan apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan.

Older Posts »

Kategori